SCROLL

INI SEJARAH STASIUN KA TANGERANG YANG MENJADI CAGAR BUDAYA



Kota Tangerang adalah sebuah kota yang terletak di provinsi Banten yang merupakan ketiga terbesar di kawasan jabodetabek setelah Jakarta dan Bekasi. Kota yang dilintasi sungai Cisadane ini, terdapat sejumlah cagar budaya yang nilai sejarah dari pertumbuhan kota yang berbatasan dengan Ibu Kota Jakarta. Oleh karena itu, Kota Tangerang kedepannya akan bertransformasi menjadi kota wisata juga.


Saat ini kita bisa melihatnya bahwa ada beberapa tempat yang terkenal di Tangerang sehingga banyak orang datang mengunjunginya. Tempat-tempat itu seperti masjid Al-Azhom, sarana bermain anak dan keluarga seperti Scientia Square Park, Ocean Park Bsd serta adanya taman potret yang menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda. Baca juga http://www.luminacity.co.id/news/read/selangkah-menuju-wisata-kuliner-pasar-lama-tangerang/190


Lalu, tahukah Anda bahwa Tangerang juga memiliki beberapa tempat yang dijadikan sebagai cagar budaya karena memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Salah satu cagar budaya tersebut yaitu stasiun kereta api Tangerang.


Stasiun Kereta Api Tangerang didirikan tanggal 2 Januari 1889 bersamaan dengan lintasan jalur kereta api Duri – Tangerang. Arsitek bangunan stasiun dan lintasannya dari Staatspoorwagen ( SS ). Meskipun sempat ditutup pada tahun 1973-1975, namun dibuka kembali dengan pada tahun 1976 sejalan dengan diresmikannya kawasan jabodetabek.


Seiring berjalannya waktu, bangunan stasiun KA Tangerang terus mengalami perubahan apalagi pada tahun 2000 telah terjadi kebakaran yang menghanguskan bangunan di stasiun yang didominasi berbahan kayu. Namun, kini berubah menjadi tembok dari semen dan batu bata.

Kini stasiun Tangerang tetap mempertahankan beberapa bangunan lamanya, seperti jendela dan pintu besar yang sangat berat, di sisi barat stasiun juga terdapat sebuah sumur yang berdiameter kurang lebih 5 meter. Dahulu, sumur ini digunakan sebagai sumber air untuk mengoperasikan mesin uap kereta api. Namun, kini digunakan warga sebagai sumber air bersih.


Sejak tahun 1992, bangunan di stasiun Tangerang bukan hanya menjadi sarana transportasi bagi masyarakat, namun PT KAI menetapkannya sebagai bangunan cagar budaya. Selain stasiun KA, ada delapan bangunan lainnya yang masuk dalam cagar budaya di Kota Tangerang yang telah disahkan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang (BP3S) dan kemudian Pemerintah Kota Tangerang menguatkannya dengan Keputusan Walikota No 430/kep.337- Disporbudpar/2011 tertanggal 25 Agustus 2011.


Dikutip dari kabar-banten.com, Kasie Sejarah dan Pelestarian Budaya Disbudpar Kota Tangerang, Bapak Jajat mengatakan bahwa syarat-syarat ditetapkannya bangunan ataupun benda menjadi cagar budaya adalah berusia di atas lima puluh tahun tanpa adanya perubahan, kemudian memiliki nilai sejarah serta dapat dijadikan sarana pendidikan dan pengetahuan bagi masyarakat.


Superblok Lumina City yang berlokasi di jalan utama Kota Tangerang, dekat juga dengan beberapa bangunan cagar budaya Tangerang, salah satunya stasiun KA Tangerang ini. Hanya 10 menit dari Lumina City, Anda bisa dengan mudah dating untuk mengetahui sejarah KA langsung ataupun sebagai sarana transportasi untuk berpergian menggunakan kereta commuterline.


Mau tau informasi lainnya tentang apartemen Lumina City? Yuk hubungi marketing gallery Lumina city di no telp 021-59710888. Selama pandemic Covid-19 kami buka setiap hari dari pukul 12.00 – 17.00. Kami menyarankan agar nda tetap di rumah saja! Pilih unit lewat video call dan pembayaran booking fee cukup melalui transfer bank saja. Dapatkan promo khusus saat pandemi ini dan hadiah langsung sepeda hingga voucher belanja jutaan rupiah.


Lumina City Celebrating live & Play, Superblok terbesar di Tangerang Kota terdiri dari Apartemen, Mall, Ruko & Hotel. Untuk informasi lebih lanjut hubungi Marketing Galery Lumina City 021-59710888 dan follow FB @Lumina City, Twitter @LuminaCity, Instagram @lumina.city